Senin, 23 Maret 2020

Manusia menungso jowo

Manusia dalam bahasa jawa disebut manungso, yang memiliki arti ” manunggal ing roso ” atau tempat bersatunya segala rasa atau perasaan. Dari rasa sedih, suka, gembira, amarah, luka dan segenap rasa maupun prasangka lainya.

Pabila kita tidak memperdulikan sesama disekitar kita, maka tak layaklah kita menyandang gelar sebagai manungso atau manusia. [ nasihat Syekh Siti Jenar ]

Dan tahukah kita, siapa musuh yang paling besar bagi kita, yaitu diri kita sendiri dan bukan apa maupun siapapun.

Karena memahami kehidupan itu sebenarnya adalah memahami diri kita sendiri, dalam laku prilaku sepanjang waktu.

Maka kendalikanlah pikiran kita agar serasi dengan suara nurani kita.

KARMA

Going within atau
Merasuk ke dalam diri

Hukum karma adalah salah satu hukum mutlak yang ada di alam semesta ini.
Secara bahasa karma berarti perbuatan, secara istilah karma berarti hasil atau akibat dari apa yang kita lakukan.
Hukum karma mengatur tentang sebab dan akibat dari apa yang kita perbuat, bersifat universal dan akan bekerja secara alami dan adil, sebab yang baik akan mengahasilkan hasil/akibat yang baik, sedangkan sebab yang buruk akan mengahsilkan hasil/akibat yang buruk pula.

Mengapa dikatakan hukum yang mutlak, karena tidak ada satu mahlukpun yang bisa mencampuri atau merubah hukum ini sekehendak hatinya.
Hukum karma diciptakan Tuhan untuk memberikan keadilan terhadap setiap mahluknya, dan agar mereka bisa belajar dari sikap/tingkah lakunya dan memahami arti-arti kehidupan

Demikian Semoga bermanfaat

SALLAM RAHAYU🇮🇩

Jumat, 14 Februari 2020

Orang jawa

Tuhan bagi wong Jawa tidak butuh apa-apa dari makhluk-NYA. Karena itu, tujuan hidup orang Jawa bukan untuk menyembah Tuhan tapi .Membuat kebaikan di muka bumi Dan meruwat diyu (memperbaiki kehidupan)

Minggu, 24 November 2019

Ngelmu rasa

Rasa adalah sebuah kata yang sangat luas makna nya,jika kita melihat rasa dari sudut pandang yang berbeda maka arti dan makna juga bisa berbeda,maka saya akan memaknani rasa dengan sudut pandang kejawaan saya,rasa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan jawa,karna orang jawa lebih mengolah rasa nya daripada indra nya,maka banyak hasil karya budaya orang jawa yang sangat adi luhung karna tercipta dari kepekaan rasa atas alam sekitar yang tidak mampu di ungkap dengan indra lahiriyah tapi hanya mampu di tangkap dengan rasa dan di aplikasikan menjadi seni budaya yang penuh makna yang luhur,di jawa ada istilah rasa manunggal,rasa sejati,olah rasa, ini istilah yang sangat dalam nilai spiritual nya,dalam masyarakat jawa rasa selalu di olah dengan semedi maupun lelaku puasa dsb menurut kemantapan masing masing,tapi apapun laku nya tujuan ya sama mengolah rasa agar peka dalam menerima gejolak alam sekitar,maka rasa jawa berbeda dengan rasa yang lain karna rasa mengedepankan ketenangan dan keheningan maka dengan itu rasa mencapai kepekaan jika kepekaan tecapai maka rasa mencapai kemulyaan dalam arti spiritual bukan kemulyaan secara materil tapi lebih ke kemulyaan secara batinniyah atw spiritual.

Rabu, 23 Oktober 2019

Ilmu setia hati

“Tuhan kami adalah nurani, neraka dan surga kami adalah nurani. Ketika kejahatan dilakukan, nurani kamilah yang menghukum kami. Ketika kebajikan dilakukan, nurani kami pulalah yang mengganjar kami.”
Nurani adalah Ruh manusia. Ruh adalah perwujudan Tuhan pada diri manusia dalam bentuk cahaya yang sangat halus. Nurani sendiri berasal dari kata Nur, cahaya. Nurani atau Ruh adalah Tuhan yang sudah mempribadi, turun dari Dzat menuju Sifat. Tuhan dalam Dzat tidak akan bisa dikenali. Untuk bisa dikenali, Dzat turun (beremanasi) kepada Sifat. Dalam khazanah Jawa, Nurani/Ruh ini disebut Ingsun. Itu sebabnya syahadat Islam Kejawen, yang ajarannya berhulu pada Kanjeng Sunan Kalijaga, bermakna: Ingsun anekseni ora ana Pengeran anging Ingsun. .
Kartini adalah penghayat ajaran Jawa sekaligus Tasawuf. Guru-guru beliau di antaranya adalah Kyai Soleh Darat dan kakak beliau sendiri: RMP Sosrokartono.